GHAZWUL FIKRI PDF

Kehancuran kaum muslimin dengan jalan perang konvensional adalah mustahil. Kerena mereka mempunyai manhaj yang jelas dan, yang tegas di atas konsep jihad fi sabilillah. Dengan manhaj ini, mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer. Berbagai upaya digunakan untuk mengalihkan umat islam dari agamanya. Kaum barat kemudian membuat langkah-langkah untuk menjauhkan umat islam dari ajarannya. Jika dahulu misi yang mereka bawa dalam perang adalah 3G, yakni Gold, Glory, Gospel.

Author:Vudora Terg
Country:Mauritius
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):7 October 2019
Pages:409
PDF File Size:11.31 Mb
ePub File Size:15.83 Mb
ISBN:453-4-57190-984-9
Downloads:40062
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Taugrel



Kalaupun mengetahui, kurang menyadari akan bahayanya bagi Islam dan umatnya. Mudah-mudahan uraian singkat ini, dapat menjadi wasilah sarana untuk menambah wawasan dan menggugaj kesadaran kita, sehingga dapat beramal dan berdakwah dengan bijak. Secara sederhana, ghazwul fikri dapat diartikan sebagai perang pemikiran atau perang intelektual. Namun karena luasnya pembahasan, maka ada pula yang mengartikan menerjemahkannya sebagai invasi pemikiran, perang ideologi, perang budaya, perang urat syaraf, dan perang peradaban.

Dalam arti luas ghazwul fikri adalah cara atau bentuk penyerangan yang senjatanya berupa pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda,dialog dan perdebatanyang menegangkan serta upaya lain pengganti pedang, bom dan persenjataan lainnya.

Ia merupakan perang non konvensional, baik cara, sarana, alat, tentara, target maupun sasarannya. Namun demikian ghazwul fikri tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari metode perang uslub qital yang bertujuan untuk memurtadkan kaum muslimin dari agamanya, atau jika tidak tercapai, setidaknya mendangkalkan keagamaan seseorang atau masyarakat. Ia bukan merupakan tahapan peperangan, akan tetapi sebagai pelengkap dan peyempurna, alternatif dan pelipatgandaan cara peperangan dan penyerbuan orang-orang kafir terhadap Islam dan umatnya.

Dalam sejarah kontemporer, penerapan ghazwul fikri dilakukan oleh orang-orang kafir Yahudi, Nasrani, musyrikin, dll. Cara tersebut dilakukan setelah mereka gagal menaklukan dunia Islam melalui perang konvensional pada Perang Salib. Kekalahan telak yang mereka alami menimbulkan kesadaran barubagi mereka, bahwa menaklukan Islam diperlukan penyerbuan yang sifatnya non militer non konvensional.

Ia menyerukan untuk melipatgandakan serbuan terhadap kaum muslimin. Kehancuran kaum muslimin dengan jalan konvensional adalah mustahil. Karena mereka memiliki manhaj yang jelas dan, yang tegas diatas konsep jihad fii sabilillah. Dengan manhaj ini, mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer. Yaitu jalan ideologi dengan mencabut akar manhaj dan mengosongkannya dari kekuatan, kenekatan dan keberanian. Ini yang harus kita capai walaupun mereka tidak bergabung dengan kita.

Ghazwul Fikri sebagai sebuah strategi atau metode baru dalam menyerbu dunia Islam, baru dikenal kira-kira pada paro awal abad ini. Para aktivis gerakan Islam, baru menyadari adanya ghazwul fikri setelah banyak korban yang berjatuhan.

Mereka telah melakukan penyelidikan, antara lain adalah Dr. Abdussatar Fathullah Said, Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, Dr. Anwar Jundi, Dr. Abdul Marzuq Shabur.

Target Ghazwul Fikri Menurut Ali Abdul Halim Mahmud, ghazwul fikri merupakan suatu upaya untuk menjadikan: Bangsa yang lemah atau sedang berkembang, tunduk kepada Negara penyerbu. Semua Negara, Negara Islam khususnya, agar selalu menjadi pengekor setia negara-negara maju, sehingga terjadi ketergantungan di segala bidang.

Bangsa-bangsa mengambil system pendidikan dan pengajaran negara-negara penyerbu. Umat Islam terputus hubungannya dengan sejarah masa lalu, sirah Nabinya dan salafussaleh. Bangsa-bangsa atau Negara-negara yang diserbu menggunakan bahasa penyerbu. Ghazwul fikri sebagai upaya melembagakan moral, tradisi, dan adat-istiadat bangsa penyerbu di negara yang diserbunya. Tampaknya ghazwul fikri itu telah mempengaruhi jalan pikiran dan moralitas bangsa yang diserbunya.

Tidak sedikit kaum muslimin yang mengalami kekalahan mental. Misalnya gejala islamophobi, rasa rendah diri, dan meragukan ajaran Islam dengan berbagai dalih.

Apa yang dikatakan oleh Zwemer, sebagaimana dikemukakan diatas, betul-betul mereka wujudkan. Orang-orang kafir menyerang seluruh konsep Islam dan kehidupan kaum muslimin termasuk sejarahnya.

Hampir seluruh ajaran Islam dan aplikasinya dijadikan sasaran tembak ghazwul fikri. Cara dan Sarana Ambisi besar orang-orang kafir Yahudi, Nasrani, musyrik, dll. Diantaranya terlihat dengan sangat jelas dalam Protokolat Zionis Internasional yang dihasilkan di Bazel, Swiss, Menurut para pakar yang mengkaji ghazwul fikri, ada beberapa cara atau taktik yang sering dilakukan oleh para penyerbu orang kafir , antara lain: Tasykik, yaitu menimbulkan keragu-raguan dan penangkalan dalam jiwa kaum muslimin terhadap agamanya.

Tasywih, yaitu pengaburan. Caranya dengan penggambaran buruk tentang Islam untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap Islam. Tadzwiib, yaitu pelarutan, pencampuradukan atau talbis antara pemikiran dan budaya Islam dengan pemikiran dan budaya Jahiliyah kufur. Taghrib, atau pembaratan westernisasi , yaitu mendorong kaum muslimin untuk menyenangi dan menerima pemikiran, kebudayaan, gaya hidup dan apa saja yang dating dari Barat.

Yang cukup menonjol antara lain: Penguasaan dan pemanfaatan lembaga atau instansi pemerintah; Pembuatan, penguasaan dan pemanfaatan media elektronika, fil, lagu, dll.

Misalnya kurikulum, system manajemen dan kepemimpinan, lembaga pendidikan, filsafat pendidikan, dll. Sekedar Contoh Barat dengan berbagai lembaga dan wadah kegiatannya, banyak memberikan fasilitas beasiswa studi gratis ke luar negeri.

Pemuda dan pemudi yang cerdas darai negeri muslim ditawari untuk kuliah di universitas-universitas mereka yang favorit di luar negeri. Di bidang ilmu-ilmu social, mereka dipilihkan ke program studi yang rentang terhadap ghazwul fikri, misalnya filsafat, antropologi, sosiologi, dll. Harapannya, dapat menjadi pelaku utama dalam ghazwul fikri atau merusak Islam dari dalam pada umumnya berkedok pembaharuan atau modernisasi.

Untuk pemuda-pemudi yang betul-betul brilian, diarahkan ke jurusan yang mereka butuhkan. Artinya tidak untuk dipulangkan ke negeri asalnya. Mereka inilah yang kemudian sering termasuk dalam brain drain pelarian intelektual. Mereka didekatkan dengan lawan jenisnya yang cantik atau tampan, diajaknya minum-minum, jalan-jalan, kumpul kebo, dll.

Bahkan yang lebih mengerikan adalah keberanian mereka untuk merombak hukum-hukum Islam. Bahaya Ghazwul Fikri Korban ghazwul fikri memang tidak ada yang luka atau terbunuh mati secara fisik.

Namun ghazwul fikri sesungguhnya jauh lebih berbahaya daripada perang konvensional. Dalam perang fisik, konsekuensi seseorang yang paling berat adalah akan mati, yang berarti kehilangan tokoh atau pasukan, kerusakan pada umumnya berupa kerugian materi.

Akan tetapi dalam ghazwul fikri yang terserang adalah jiwa, mentalitas dan pemikirannya. Secara fisik, korban ghazwul fikri masih segar bugar. Jika yang menjadi korban ghazwul fikri adalah seorang tokoh terkemuka dan berpengaruh, maka racun ghazwul fikri itu segera menjalar secara cepat, karena tokoh tersebut akan diikuti dan ditiru oleh pengikut dan penggemarnya.

Akhirnya, secara tidak sadar masyarakat terjerumus kedalam jurang kehidupan yang semakin jauh dari nilai-nilai dan ajaran Islam. Mereka menjadi manusia yang sekuler, sinkretis, materialis, pragmatis dan hedonis. Dengan kata lain mereka telah tercerabut jati dirinya dari akidah Islam, semangat keislaman, dan kemauan untuk memperjuangkan Islam maupun umatnya.

Sebab tanpa mengerti hakikat dan keberadaannya, tidak akan dapat menghindari serangan ghazwul fikri, dan otomatis tidak bias melawannya.

CIVIL CODE OF THE PHILIPPINES ANNOTATED BY PARAS PDF

Ta’rifu Ghazwil Fikri (Pengertian Ghazwul Fikri)

In sheer volume and impact, Islamist discourse now dwarfed the liberal, pluralist discourse that had been almost hegemonic during the New Order. Al Ghazwul Fikri by Eliza Riviera Rachmawati Jasin on Prezi Politically, however, the movement is a strong supporter of the jihads of oppressed Muslims Ridwan ; van Bruinessen The Modernization of Islam in Indonesia: Pak Dody had grown up in the early years of Indonesian Independence and belonged to the last generation that had benefited from a Dutch school education. An NGO in Cirebon affiliated with the NU, Fahmina, sent activists to the village to form a protective ring around the mosque and give moral support to the villagers. Membedah Jaringan Islam Jihadi di Indonesia. A perusal of relevant journals may yet show up earlier usage of the term in the late s, but these are the books one finds often quoted by later Indonesian authors. The Arab people are facing a new crusade from the West, different from the earlier two. It is undoubtedly true that the numbers of Indonesians travelling abroad firi dramatically increased during the past few decades and that the flows of goods and ideas from the Middle East as well as the West and from other regions Martin van Bruinessen, Ghazwul fikri or Arabization?

LIVROS DE ALLAN E BARBARA PEASE PDF

GHAZWUL FIKRI PDF

Kalaupun mengetahui, kurang menyadari akan bahayanya bagi Islam dan umatnya. Mudah-mudahan uraian singkat ini, dapat menjadi wasilah sarana untuk menambah wawasan dan menggugaj kesadaran kita, sehingga dapat beramal dan berdakwah dengan bijak. Secara sederhana, ghazwul fikri dapat diartikan sebagai perang pemikiran atau perang intelektual. Namun karena luasnya pembahasan, maka ada pula yang mengartikan menerjemahkannya sebagai invasi pemikiran, perang ideologi, perang budaya, perang urat syaraf, dan perang peradaban. Dalam arti luas ghazwul fikri adalah cara atau bentuk penyerangan yang senjatanya berupa pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda,dialog dan perdebatanyang menegangkan serta upaya lain pengganti pedang, bom dan persenjataan lainnya. Ia merupakan perang non konvensional, baik cara, sarana, alat, tentara, target maupun sasarannya. Namun demikian ghazwul fikri tidak berdiri sendiri.

ENGINE REBORING PDF

MAKALAH GHAZWUL FIKRI (PENGERTIAN, SEJARAH DAN BIDANG BIDANG YANG DISERENGAN DALAM GHAZWUL FIKRI)

Namun, satu hal yang harus disadari oleh kaum muslimin, peperangan yang bersifat non fisik sejatinya masih terus berlangsung hingga saat ini. Peperangan inilah yang kemudian disebut dengan istilah al-ghazwul fikri. Secara Bahasa, ghazwul fikri terdiri dari dua suku kata yaitu ghazwah dan fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi.

Related Articles