JURNAL DROSOPHILA MELANOGASTER PDF

Sri Anggraeni, M. Suhara, M. Diah Kusumawaty, M. Riandi, M.

Author:Akinojas Mikalmaran
Country:Burkina Faso
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):17 January 2013
Pages:174
PDF File Size:13.27 Mb
ePub File Size:12.2 Mb
ISBN:127-9-87733-633-4
Downloads:12883
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Saran



Pengamatan ini telah dilakukan selama Pada pengamatan Drosophila seminggu terhitung mulai hari rabu 30 melanogaster dihasilkan telur berwarna Maret membuat media hingga bening dan memiliki struktur seperti kait hari rabu 05 April Fase encer. Dapat dilihat dengan mata yang didapat yakni fase dewasa jantan telanjang.

Tahap telur berlangsung dan betina. Perbedaan jantan dan betina selama lebih kurang 24 jam. Hal ini dari Drosophila melanogaster menurut didukung oleh pendapat Yatim , Borror , yakni pada jantan, ukuran D.

Dengan pendek dari sayap betina, terdapat sisir demikian, hewan betina sudah dapat kelamin sex comb , dan ujung abdomen bertelur keesokkan harinya. Seekor tumpul dan lebih hitam. Sedangkan Drosophila melanogaster betina pada betina, ukuran tubuh lebih besar sanggup menghasilkan sekitar dari jantan, sayap lebih panjang dari butir telur sehari sekitar telur sayap jantan, tidak terdapat sisir kelamin dalam 10 hari. Telur tersebut berwarna sex comb , dan ujung abdomen putih susu, bentuk bulat panjang 2 runcing.

Pada fase larva, dari pengamatan ditemukan bahwa larva memiliki bentuk seperti ulat, berwarna putih, dan memiliki ujung kehitaman pada fase instar 2 dan instar 3, serta ukuran tubuh yang semakin besar pada fase instar 2 dan instar 3.

Menurut Asburner , larva berwarna putih dan bersegmen. Mulut berwarna hitam dan bertaring. Larva hidup di dalam makanan dan aktivitas makannya sangat tinggi.

Pada tahap larva terjadi dua kali pergantian kulit, dan periode di antara masa pergantian kulit dinamakan stadium instar Pada instar pertama ditemukan berada pada permukaan media dan ada juga yang berada di dinding botol kaca.

Ukuran tubuh larva stadium ini masing sangat kecil, memiliki warna putih, serta memiliki segmen. Menurut Silvia , Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. Pada instar 1 ruas-ruasnya terdiri atas segmen. Pada larva instar kedua ditemukan banyak terdapat pada dinding botol kaca dan banyak juga di atas media.

Ukuran tubuh larva ini sedikit lebih besar dari larva instar 1. Menurut Suryo , Pada larva pada instar 2 terdiri atas segmen. Pada larva instar 3 banyak ditemukan pada dinding botol kaca. Larva pada stadium ini lebih aktif bergerak hingga banyak dari larva stadium ini yang berhasil menembuh kain kasa dan keluar dari botol.

Ukuran menjadi lebih besar sekitar 1,5 mm, sangat aktif dan dapat terlihat berjalan di dinding botol. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva instar ketiga makan hingga siap untuk membentuk pupa. Menurut Silvia , pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Dan jika dapat diringkas, pada D.

Pupa ditemukan pada hari keempat, pupa berbentuk seperti silinder yang memiliki kutikula keras dan warnanya kecoklatan. Menurut Hartati , pupa memiliki kutikula yang keras dan memiliki warna yang gelap. Tahap pupa berlangsung sekitar 2 hari. Lalat dewasa yang baru keluar dari pupa sayapnya belum mengembang, dan tubuhnya berwarna bening. Keadaan ini akan berubah dalam beberapa jam.

Untuk mencapai tahap imago diperlukan waktu selama 24 jam Pada pengamatan tidak dapat ditentukan bagaimana fase imago dari Drosophila melanogaster.

Hal tersebut dikarenakan kurang jelinya praktikan yang melakukan pengamatan dan juga populasi yang terlalu pada dalam media sehingga menyulitkan pengamatan. Menurut Silvia , setelah delapan hingga sebelas hari, pupa akan berubah menjadi imago.

Imago lalat buah rata- rata berukuran 0,7mm x 0,3mm dan terdiri atas kepala, toraks dada, dan abdomen. Toraks terdiri atas 3 ruas; berwarna oranye, merah kecoklatan, coklat, atau hitam dan memiliki sepasang sayap. Pada B. Setelah melewati fase-fase tersebut menunjukkan bahwa lalat buah tersebut telah melakukan metamorfosis secara sempurna perkembangan dimulai setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode.

Pertama, periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti- berhenti untuk makan.

Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago fase seksual dengan perkembangan pada sayap.

Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa Silvia, Pada pengamatan siklus hidup D. Namun, terjadi beberapa kendala dalam pemeliharaan lalat buah seperti adanya beberapa larva yang keluar dari botol kaca.

Hal ini terjadi dikarenakan kepadatan botol medium menjadi alasan dari keluarnya larva dari medium. Menurut Shorrocks , botol medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu padat. Kondisi ideal dimana terisi cukup ruang tidak terlalu padat , individu dewasa dapat hidup kurang lebih 40 hari.

Namun, apabila kondisi botol medium terlalu padat akan menyebabkan menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa. Pada percobaan D. Drosophila, A Laboratory Handbook. Coldspring Harbor Laboratory Press. USA Borror. Pengenalan Pengajaran Serangga. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Campbell, N.

Biologi Jilid I. Jakarta Campbell, N. Jakarta Hartati. Penuntun Praktikum Genetika. Kimball, J. Jakarta Mulyanti, F. Shorrocks, B. Silvia, Triana. Jurusan Biologi Universitas Padjdjaran. Gadjah Mada University Press. Susanto,Agus Hery. Graha Ilmu. Yatim, Wildan. Wheeler, MR. The Drosophilidae: a taxonomic overview. In: The genetics and biology of Drosophila. Academic Press. New York.

POSICIONES RADIOLOGICAS Y CORRELACION ANATOMICA BONTRAGER PDF

Jurnal GENETIKA Siklus Hidup Drosophila

Tujuan dilakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui fase-fase dalam siklus hidup Drosophila melanogaster dan lama masing-masing fase. Metode yang digunakan adalah dengan pengamatan secara langsung siklus hidup Drosophila melanogaster yang dibiakkan didalam botol bening. Selain itu, lalat buah ini mudah didapatkan di alam bebas. Lalat buah yang sering tentang D. Karena tanpa suatu biasa yang umumnya tidak berbahaya medium, setiap fase pada siklus hidup dan merupakan pemakan jamur yang D. Dari satu perkawinan sebagai model percobaan genetika saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, sejak tahun an. Insekta, dan Ordo Diptera.

ANTROPOLOGIA GNOSTICA SAMAEL AUN WEOR PDF

Memanjang dan abdomenya memiliki 6 ruas, bergaris berwarna terang Bulat, panjang dan berukuran lebih besar Sayap terbuka dan memanjang dan transparan Betina G. Pembahasan Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang dapat ditemukan di buah-buahan busuk. Drosophila telah digunakan secara bertahun-tahun dalam kajian genetika dan perilaku hewan. Pada praktikum melihat morfologi Drosophilla didapat pada Drosophila jantan saat diamati dibawah mikroskop ditemukan Sisir kelamin dan 3 buah ruas abdomen, sedangkan pada yang betina ditemukan 6 ruas abdomen dan tidak ditemukan sisir kelamin. Berikut ini adalah ciri-ciri dari lalat buah yang diamati tersebut,yaitu : a.

Related Articles