JURNAL STERILISASI ALAT KULTUR JARINGAN PDF

Written by Kultur Jaringan Kultur Jaringan — Dengan ruangan seadanya dan peralatan sederhana, teknik kultur jaringan dapat dilakukan di rumah sendiri. Ukuran gelas piala bervariasi, ml, ml, ml, ml. Pipet, untuk mengambil cairan. Timbangan, untuk menimbang bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. Spatula, untuk mengambil bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. Sendok kaca, untuk mengaduk media saat persiapan dan saat pemanasan.

Author:Yozshumi Grorr
Country:Australia
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):13 August 2016
Pages:340
PDF File Size:9.26 Mb
ePub File Size:12.57 Mb
ISBN:228-8-45115-687-1
Downloads:42940
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kakinos



Proses sterilisasi alat dan medium dalam kegiatan praktikum atau penanganan sampel mikroba sangat dibutuhkan sterilisasi. Apabila teknik sterilisasi tidak diterapkan maka hasil yang dicapai tidak maksimal dan menimbulkan berbagai kontaminasi baik dari alat maupun media tumbuh mikroba Dwidjoseputro, Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan melalui oven.

Agar terbebas dari bakteri yang resisten dan partikel spora, pemanasan harus dapat dilakukan terus menerus dalam waktu yang panjang. Perlu diketahui sumber kontaminan juga sangat mempengaruhi hal tersebut, dalam satu genus bakteri ketahanan terhadap panasnya pun berbeda.

Seandainya kontaminasi terjadi sangat parah dan sering terjadi maka disarankan semua peralatan dan botol kultur disterilisasi pada suhu oC selama 3 hari dan ruang transfer, ruang kultur juga dibersihkan dan disterilisasi kembali. Lalu alat di autoclaf dengan suhu OC selama 1 jam. Sinar UV digunakan untuk sterilisasi ruangan Santoso, Alat yang akan digunakan dalam suatu penenlitian atau praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan atau peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan.

Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu benda. Proses sterilisasi dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas pemijaran dan udara panas , penyaringan, dan penggunaan bahan kimia etilena oksida, asam perasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin Hadiotoetomo, Pada teknologi bioproses, alat-alat fermentasi, pipa, dan alat penunjang serta nutrient dan substrat harus disterilisasi terlebih dahulu. Sterilisasi adalah proses panas untuk mematikan semua mikroba dan merusak spora, sehingga produk bebas dari mikroba pathogen dan lama daya awet.

Sterilisasi adalah pengurangan mikroba kontaminan sampai tingkat tertentu Suharto, Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah dipersiapkan. Tergantung dari media kultur jaringan ada yang hanya mengandung garam makro serta vitamin, ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. Formula ini memang memudahkan pekerjaan.

Namun, suatu penelitian atau pembuatan media untuk komoditi jenis tanaman yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen maka pemisahan komponen-komponen penyusun media perlu dilakukan Nugroho, Tujuan Praktikum Untuk mengenal cara-cara sterilisasi alat-alat laboratorium. Steril adalah kondisi benda atau objek yang bebas dari segala jenis sel hidup, spora dan virus. Metode sterilisasi dapat di kategorikan menjadi 3, yaitu metode fisik, metode kimia, dan kombinasi fisik dan kimia.

Metode fisik antara lain mencakup pemanasan, pembakaran, penyaringan, penggunaan radiasi, dan pengguna gelombang ultrasonik. Pemanasan adalah metode yang paling lazim digunakan. Efek mematikan panas adalah mendenaturasi protein dan asam amino dari suatu organisme. Pada suhu sterilisasi, membran akan menjadi labil, asam amino akan terdeaminasi, terdepurinasi atau terdegradasi.

Metode sterilisasi kimia menggunakan disinfektan atau mikrosida untuk membunuh mikrobia. Disinfektan tersebut antar lain alkohol, etilon oksida, klor dan formaldehid. Penggunaan dan dosis disinfektan ini bervariasi tergantung jenis mikrobia yang akan di bunuh Monrow, Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan.

Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga di jadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembesan kuman.

Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilisasikan akan memiliki daya simpan lebih dari enam bulan pada suhu ruangan.

Contoh proses sterilisasi adalah produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden dan sebagainya. Perkembangan teknologi prosesing yang memiliki tujuan mengurangi kerusakan nutrien dan komponen sensoris dan juga mengurangi waktu prosesing menjadi teknik sterilisasi terus di kembangkan.

Lamanya waktu sterilisasi yang dibutuhkan bahan di pengaruhi oleh: resistensi mikroorganisme dan enzim terhadap panas, kondisi pemanasan, Ph bahan, ukuran wadah atau kemasan yang di sterilkan, keadaan fisik bahan Budhiyanto, Hampir semua tindakan yang dilakukan dalam diagnosa mikrobiologi, sterilisasi sangant diutamakan baik alat-alat yang di pakai mau pun medianya. Bila penanaman spesimen dalam media,petri, ose maupun media yang digunakan tidak steril, maka sangat tidak mungkin untuk membedakan apakah kuman yang berhasil diisolasi tersebut berasal dari penderita atau merupakan hasil kontamisasi dari alat-alat atau media yang di gunakan.

Tindakan untuk membebaskan alat atau media dari jasad renik disebut sterilisasi. Secara garis besar sterilisasi dapat dibagi seabagai berikut : pemanasan, filtrasi, penyinaran dengan sinar gelombang pendek radiasi , kimia khemis indra, Sterilisasi merupakan salah satu faktor utama dalam fermentasi.

Kita tentu mengharapkan tidak terjadi kontaminasi dimana mikroorganisme yang tidak diinginkan tumbuh dan mengganggu proses fermentasi. Teknik sterilisasi berbeda-beda tergantung pada jenis material. Bagian pertama akan menjelaskan secara singkat dan sederhana bagaimana sterilisasi cairan dan padatan. Pada sterilisasi padatan yang umumnya disterilkan adalah glassware, biosafety cabinet, dan beberapa jenis tabung dan kontainer. Pada glassware dan plastik tahan panas umumnya dilakukan dengan autoclave mirip seperti sterilisasi cairan, namun ditambah proses pengeringan.

Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah kertas ubi, erlenmeyer, cawan petri, gunting, bunsen, autoclaf. Cara Kerja 1. Disediakan alat-alat yang disterilkan 2. Diisi kedalam ember lalu di campur dengan larutan bayclin sebanyak 2 tutup botol. Dimasukkan objek seperti Erlenmeyer,cawan petri kedalam rendaman air. Untuk Cawan petri, bagian atas dan bagian bawah di bungkus.

Direndam objek selama 15 menit atau lebih. Di cuci bersih, kemudian di tiriskan. Objek yang sudah kering di lap bersih, kemudian permukannya dibakar dengan api lampu bunsen. Objek khususnya Erlenmeyer pada bagian atas mulutnya disumbat dengan kapas. Pada Cawan petri dibungkus dengan kertas ubi atau kertas biasa.

Selain itu objek tersebut di kukus dengan menggunakan dandang. Setelah itu disterilkan objek dimasukkan ke dalam inkubator. Dalam menggunakan alat-alat laboratorium kita perlu memperhatikan kebersihan alat yang akan kita pakai. Ini semua memiliki tujuan untuk memusnahkan semua bentuk kehidupan mikroorganisme patogen termasuk spora yang mungkin telah ada pada peralatan, sehingga bila kita menggunakan alat-alat laboratorium yang telah steril kemungkinan kemunculan mikroba yang tidak di inginkan pun sangat kecil.

Karna, jika kita menggunakan suatu media dan peralatannya tidak steril maka ada kemungkinana media yang kita gunakan akan tumbuh jasad mikro lain yang seharusnya tidak kita inginkan.

Dalam mensterilkan alat-alat laboratorium, cara kerjanya harus sesuai dengan alat yang disterilkan. Sesuai dengan pendapat dari Yalun, yaitu teknik sterilisasi berbeda-beda tergantung pada jenis materialnya. Tujuannya agar setiap alat yang disterilkan, semua bagian alatnya sudah dapat dipastikan bebas dari mikroorganisme yang tumbuh disekitarnya.

Setiap alat yang akan disterilisasi terlebih dahulu dicuci dengan air yang dicampur bayclean. Setiap alat yang akan di kukus harus dilapisi dengan kertas ubi. Alat-alat yang akan disterilkan umumnya terbuat dari kaca. Setiap alat yang akan disterilkan memiliki teknik yang berbeda pula dengan alat lainnya. Saran Alangkah baiknya materi yang disampaikan lebih diperjelas agar praktikan dapat memahami isi dari praktikum. Diakses pada tanggal 10 Oktober Dwidjoseputro, S.

Gramedia Pustaka Utama. Indra, Sterilisasi Dan Desinfeksi. Monrow, Nugroho, A dan Heru, S. Pedoman Pelaksanaan Tenik Kultur Jaringan.

Penebar Swadaya, Jakarta.

TDA7264 PDF

KULTUR JARINGAN TANAMAN : STERILISASI PERALATAN

Hal yang paling perlu diperhatikan adalah akurasi, kebersihan dan keamanan saat bekerja dengan teknik kultur jaringan. Penimbangan Pada saat pembuatan media, semua bahan yang ditimbang harus dilakukan dengan hati-hati meskipun untuk pembuatan media dalam skala komersial. Setiap penggunaan timbangan atau alat-alat lain harus memperhatikan instruksi dari pabrikannya. Jenis timbangan yang sering digunakan di lab antara lain top-loading balance dan analytical balance yang memungkinkan akurasi penimbangan hingga skala milligram. Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan agar diperoleh penimbangan yang akurat adalah i timbangan harus ditempatkan pada tempat yang keras, stabil, permukaannya rata yang bebas getaran dan kebocoran, ii daerah sekitar penimbangan harus terjaga kebersihannya, iii yang terpenting lagi, penimbangan jangan sampai pernah overload, iv penimbangan disarankan menggunakan wadah atau alas yang ringan atau kertas daripada menempatkan bahan yang ditimbang secara langsung di atas piring timbangan.

DOSTOJEVSKI BELE NOCI PDF

Tulisan Teratas

Proses sterilisasi alat dan medium dalam kegiatan praktikum atau penanganan sampel mikroba sangat dibutuhkan sterilisasi. Apabila teknik sterilisasi tidak diterapkan maka hasil yang dicapai tidak maksimal dan menimbulkan berbagai kontaminasi baik dari alat maupun media tumbuh mikroba Dwidjoseputro, Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan melalui oven. Agar terbebas dari bakteri yang resisten dan partikel spora, pemanasan harus dapat dilakukan terus menerus dalam waktu yang panjang. Perlu diketahui sumber kontaminan juga sangat mempengaruhi hal tersebut, dalam satu genus bakteri ketahanan terhadap panasnya pun berbeda. Seandainya kontaminasi terjadi sangat parah dan sering terjadi maka disarankan semua peralatan dan botol kultur disterilisasi pada suhu oC selama 3 hari dan ruang transfer, ruang kultur juga dibersihkan dan disterilisasi kembali.

DELTA 28T9 PDF

Pembilasan yang berkali-kali sesudah perendaman eksplan di dalam larutan bahan streilisasi, sangat diperlukan untuk menghilangkan sisa-sisa bahan aktif yang masih menempel dipermukaan bahan tanaman. Dalam sterilisasi, kadang-kadang digunakan dua atau lebih bahan sterilisasi. Misalnya; perendaman dalam alkohol dulu, kemudian dalam bayclin, setelah itu bilas dengan air steril. Dapat juga perendaman di mulai dengan larutan fungisida atau antibiotik, kemudian baru HgCl2 dan dibilas dengan air steril. Prosedur mana yang efektif, harus ditentukan melalui percobaan pendahuluan. Sterilisasi bahan tanaman dimulai dengan pencucian dan pembuangan bagian-bagian yang kotor dan mati di bawah pancuran air bersih.

BEST DAMN CISCO INTERNETWORKING BOOK PERIOD PDF

Pengertian kultur jaringan sendiri adalah usaha untuk mengisolasi, menumbuhkan dan meregenerasi protoplas, sel, jaringan dan organ tanaman dalam keadaan aseptis di dalam media yang kaya nutrisi. Teknik kultur jaringan akan berhasil bilamana memenuhi persyaratan dalam kultur jaringan yaitu media yang cocok, kondisi lngkungan yang sesuai dan dalam kondisi aspetis atau steril. Dari persyaratan tersebut maka diperlukan sterilisasi dalam melakukan kegiatan kultur jaringan. Menurut Moeso Suryowinoto Berhasil tidaknya kultur jaringan sangat bergantung pada keadaan aseptic atau sterilnya komponen-komponen kultur jaringan yang meliputi eksplan bagian tanaman yang akan dikultur , peralatan yang digunakan, pekerja yang melakukan kultur maupun ruangan yang digunakan untuk kultur jaringan. Sterilisasi peralatan yang terbuat dari gelas seperti erlenmeyer, test tube, petridish disterilkan dengan autoclave.

Related Articles