KETIDAKSTABILAN EMULSI PDF

Menurut Farmasi Fisika Ketidakstabilan dalam emulsi farmasi dapat digolongkan : 1. Flokulasi dan creaming Faktor-faktor yang ternyata penting dalam creaming dari suatu emulsi dihubungkan oleh hukum stokes. Kecepatan seimentasi menjadi negatif yaitu dihasilkannya creaming yang mengarah keatas. Jika fase dalam lebih berat dari fase luar, bola-bola akan mengendap. Makin besar perbedaan kecepatan dari kedua fase tersebut, makin besar bola-bola minyak dan makin menurun viskositas dari fase luar, sehingga laju creaming makin besar.

Author:Zulumuro Vomi
Country:Benin
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):9 March 2018
Pages:168
PDF File Size:1.34 Mb
ePub File Size:7.36 Mb
ISBN:945-7-20420-273-6
Downloads:73845
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJoktilar



Faktor yang Mempengaruhi Proses Emulsifikasi: Tegangan permukaan 2 fase cair, karena adanya perbedaan polaritas dan zat cair tersebut. Energi bebas permukaan: dapat membentuk koalescen, yaitu penggabungan globul. Emulgator: film antar muka, tolak menolak muatan, dan repulsi sterik untuk emulgator muatan. Mekanisme Stabilisasi Emulsi: Emulgator surfaktan: membentuk lapisan film monolayer pada antar muka globul.

Macam2 surfaktan: surfaktan kationik, anionik, nonionik Span dan Tween , dan zwitter ion. Surfaktan harus dipanaskan karena akan meningkatkan asosiasi globul dan menurunkan viskositas fase terdispersi sehingga lebih mudah terbentuk. Emulgator koloid hidrofil: membentuk lapisan film multilayer pada antar muka globul dan dapat meningkatkan viskositas. Contoh koloid hidrofil: gelatin, agar-agar, tragakan, karagenan, gom arab, dan Na-alginat.

Koloid hidrofil harus dikembangkan terlebih dahulu. Selulosa jika digunakan sebagai koloid hidrofil, hati-hati terhadap valensi tinggi karena dapat merusak lapisan multilayer sehingga terbentuk koalescen. Koalescen adalah ukuran lapisannya berkurang karena emulgatornya berkurang. Emulgator partikel halus: membentuk lapisan monolayer pada antar muka globul karena kemampuan partikel halus teradsorpsi pada permukaan.

Kekuatan stabilisator pada emulgator partikel halus sangat lemah, tergantung dari keruahan minyak. Tidak terbentuk lapisan multilayer dikarenakan partikel halus teradsorpsi pada permukaan globul. Contoh yang sering digunakan adalah veegum, bentonit, dan PGA. Veegum dan bentonit harus ditambahkan dengan air panas lalu dikocok dengan blender dengan kecepatan tinggi agar partikel dapat dipecah sehingga air bisa berpenetrasi ke dalamnya.

PGA dikembangkannya tidak boleh dengan di blender karena nanti polimernya akan terpecah-pecah. Apabila terpecah makan akan tidak dapat membentuk crosslink antar polimer tersebut.

Tegangan permukaan yang tinggi distabilkan oleh emulgator. Hal ini diperlukan agar partikel tidak bergabung. Jika partikel bergabung, maka dosis tidak merata. Pengadukkan dapat mendispersikan fase terdispersi. Hal ini disebabkan karena memberikan energi kinetika yang dapat menyebabkan fase terdisperdi terpecah menjadi globul-globul kecil.

Untuk membuat antasid tidak disarankan menggunakan koloid hidrofil sebagai suspending agent, karena kapasitas penetralannya asamnya tidak sempurna. Antasid digunakan untuk menetralkan asam lambung akibat gastritis dengan mengadsorpsi asam lambung. Karena mempunyai kemampuan untuk mengadsorpsi sehingga kapasitas penurunanya menurun. Formulasi Dalam Emulsi:.

ARTA CONVERSATIEI CIVILIZATE PDF

Fenomena Ketidakstabilan Emulsi

Kekentalan viskositas Dengan menambah kekentalan viskositas cairan, gerakan turun partikel yang dikandungnya akan diperlambat laju pengendapan diperlambat , sehingga suspensi tetap stabil. Tapi kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang. Jumlah partikel konsentrasi Jika didalam suatu ruangan terdapat patikel dalam jumlah besar, maka partikel akan sulit melakukan gerakan bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut, benturan ini akan mengakibatkan terbentuknya endapan zat tersebut. Semakin besar konsentrasi partikel, semakin besar pula kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu cepat.

BUKU AKU SJUMAN DJAYA PDF

Komponen dari emulsi dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu: a. Komponen dasar Adalah pembentuk emulsi yang harus terdapat didalam emulsi. Komponen tambahan Corigen saporis, corigen odoris, corigen colouris, preservative, anti oksidan. Anonim,

Related Articles