KHAWATIR IYAH PDF

Rukiyah atau biasa dipanggil Mak Iyah, tinggal seorang diri di rumah tak layak huni di tengah hamparan kebun sayuran. Ia mengaku sudah berusia tahun. Pantauan Kompas. Tiga bilah bambu dijadikan penopang dinding agar tidak ambruk. Di dalam rumah berukuran 3x5 meter dengan lantai tanah itu terdapat lima ruangan yang berukuran kecil.

Author:Nashura Kijinn
Country:Ethiopia
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):11 February 2014
Pages:134
PDF File Size:19.50 Mb
ePub File Size:8.39 Mb
ISBN:520-5-95817-540-2
Downloads:25556
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mauzahn



Rukiyah atau biasa dipanggil Mak Iyah, tinggal seorang diri di rumah tak layak huni di tengah hamparan kebun sayuran. Ia mengaku sudah berusia tahun. Pantauan Kompas. Tiga bilah bambu dijadikan penopang dinding agar tidak ambruk. Di dalam rumah berukuran 3x5 meter dengan lantai tanah itu terdapat lima ruangan yang berukuran kecil.

Dua kamar tidur, satu ruang tengah, dapur dan jamban. Dilihat secara keseluruhan, rumah itu jauh dari kesan layak huni. Dinding bilik bambu sudah lapuk dan berlubang, bahkan dinding kamarnya sudah jebol. Untuk kebutuhan mandi dan buang hajat, mak Iyah memakai jamban di samping dapur yang ukurannya hanya sebadan. Sehari-hari ia menghabiskan waktu dengan berdiam diri di gubuknya. Sesekali turun ke perkampungan untuk berinteraksi dengan warga.

Meski masih sanggup berjalan, namun ia sudah tidak mampu bekerja. Tubuhnya telah ringkih, pandangannya sudah kabur dan mengalami gangguan pendengaran.

Mak Iyah mengatakan, semenjak suaminya meninggal dunia sekitar tiga puluh tahun lalu, ia hidup sebatang kara karena tidak memiliki anak. Namun sejak sering sakit-sakitan dan usianya terus menua, ia mengaku tak sanggup lagi bekerja. Untuk bertahan hidup, ia mengharapkan belas kasihan tetangga dan warga sekitar. Mak Iyah mengaku sering diselimuti rasa takut setiap berada di dalam rumah.

Selain khawatir ambruk, kondisi rumahnya yang penuh lobang membuatnya takut dengan gigitan binatang. Pasalnya, ia mengaku sering digigit serangga bahkan jari tangannya pernah dipatuk ular.

Beruntung nyawanya terselamatkan setelah ia berteriak minta tolong dan dibawa warga berobat ke dokter. Saya sendiri yang bawa ke dokternya untuk diobati. Kini, tak ada asa berlebih di usia senjanya, Mak Iyah hanya berharap selalu diberikan kesehatan dan tetap bisa makan.

Berharap bantuan pemerintah Warga setempat, Aripin 50 berharap, pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa mau mengulurkan bantuan atas kondisi kehidupan mak Iyah. Sepengetahuannya, belum ada bantuan dari program pemerintah, seperti PKH dan rastra. Aripin mengaku sudah empat kali memperbaiki rumah Mak Iyah karena mau ambruk.

Namun, karena kondisi rumah tersebut secara keseluruhan sudah lapuk, sehingga mudah rusak. Karena itu, ia berharap pemerintah mau peduli kepada warga seperti mak Iyah yang sangat mengharapkan bantuan perbaikan rumah agar bisa hidup dengan rasa aman dan nyaman.

TOP223YN PDF

Kisah Pilu Mak Iyah, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Rukiyah atau biasa dipanggil Mak Iyah, tinggal seorang diri di rumah tak layak huni di tengah hamparan kebun sayuran. Ia mengaku sudah berusia tahun. Pantauan Kompas. Tiga bilah bambu dijadikan penopang dinding agar tidak ambruk.

CONFORMISTA MORAVIA PDF

DONGENG BETAWI: KISAH SI ENTONG DAN BIJI BETON

.

LOVATO MC9 PDF

.

Related Articles